Uji Nyali Dalam Atraksi “Terjun Payung”

Uji Nyali Dalam Atraksi “Terjun Payung”

Olahraga,Generasi.co.id,- Melakukan sebuah terjun payung bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan oleh setiap orang.Namun perlu adanya sebuah ilmu,pemahaman,teknik dan strategi tersendiri agar mampu mendarat dengan baik tanpa adanya cedera yang akan terjadi.Oleh karena itu ada sebuah materi  terjun payung yang terdiri dari teori dan sebuah praktek terjun payung itu sendiri. Teori ini meliputi sebuah pengetahuan dasar olahraga terjun payung, pengetahuan peralatan yang dibutuhkan dalam terjun payung, keluar pesawat , proses pembukaan sebuah parasut , teknik untuk mengemudi pesawat sampai pendaratan dan mampu menghindari segala rintangan ketika melakukan pendaratan.

Adapun materi dari terjun payung yang harus diketahui terdiri dari 7 level diantaranya : level 1 untuk orientasi , level 2 untuk melakukan gerakan maju,  level 3 melakukan penguasaan pelayangan , level 4 konsolidasi , level 5 berputar dan berpegang , level 6 konsolidasi dan terakhir untuk level 7 melakukan back loops dan tracking.

Dalam melakukan terjun payung juga di butuhkan  sebuah perlengkapan yaitu meliputi Parachute , Helmet Protect , Automatic Release, Altimeter , Goggles , Jump Suit , Radio HT, dan beberapa peralatan pendukung lainnya .  Olahraga kedirgantaraan mulai ada di Indonesia sejak awal kemerdekaan pada tahun 1945. Diawali dengan sebuah kegiatan untuk membuat model  pesawat yang dapat di terbangkan seperti aeromodeling dan kegiatan untuk menerbangkan pesawat glider. Upaya rintisan ini tidak hanya sebatas pada cabang olahraga saja , namun telah berkembang pada pembuatan peralatan sendiri guna untuk mendukung kegiatan olahraga  dirgantara yang di lakukan secara swayasa.

Selain ke tujuh cabang olahraga dirgantara yang telah tergabung dalam sebuah wadah Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) masih ada satu cabang lagi yang masih embrio yaitu Balon Udara.Organisasi FASI telah resmi di dirikan pada tanggal 17 Januari 1972 . Ada 8 orang yang yang berpartisipasi dalam mendirikan organisasi ini diantaranya yaitu Aried Riyadi (TNI AU),Roesdi Riza (Bea Cukai),Ashadi Tjahyadi (TNI AU),Tono Amboro (Polri),Hendro Subroto (TVRI),Sulistyo (Aeromodel),Sukari (TNI AU) dan Achmad Bukhari Saleh (Aves).

Pertimbangan dibentuknya organisasi FASI adalah karena olahraga dirgantara merupakan salah satu aspek kehidupan Nasional yang memiliki peran positif dalam pembangunan fisik,mental maupun pembangunan kekuatan dirgantara Nasional.Nama organisasi  FASI di ambil dari hasil musyawarah dengan pertimbangan agar nantinya bisa mudah dikenal dan dimengerti oleh orang Indonesia maupun orang asing.FASI merupakan anggota dari KONI dan juga menjadi salah satu anggota Federasi Aeronatique Internationale (FAI) yang berkedudukan di Paris tahun 1973.

FASI pada mulanya dipimpin oleh seorang Ketua Umum yang secara ex-officio jabatan tersebut di pangku oleh KASAU. Pada awal berdirinya FASI,tiga kali jabatan Ketua Umum dipangku oleh Komandan Jenderal Kodikau yaitu Marsda TNI Aried Riyadi,Marsda TNI Sutoyo dan Marsda TNI Wisnu Djajengminardo.Ketua umu FASI yang pertama di jabat oleh Marseal TNI Ashadi Tjahyadi sekaligus KASAU yang pertama.Jabatan itu secara berurutan dilanjutkan oleh Marsekal TNI Oetomo,Marsekal TNI Siboen,Marsekal TNI Sukardi,Marsekal TNI Sutria Tubagus,Marsekal TNI Rilo Pambudi,Marsekal TNI Hanafie Asnan dan Marsekal TNI Chappy Hakim (sekarang).

FASI merupakan sebuah Organisasi Olahraga yang selalu aktif untuk ikut serta dalam beberapa even Nasional maupun Internasional. Upaya FASI yang mengikutsertakan beberapa cabang dalam PON sudah di mulai sejak PON VII di Surabaya.Ada tiga cabang yaitu Terbang Layang,Aeromodeling dan Terjun Payung yang pertama kali di pertandingkan dalam sebuah Pekan Olahraga Nasional.  Kegiatan ini terus berlangsung hingga PON ke XIV yang ada di Jakarta yang telah mengikut sertakan atlet – atlet dari putri Cabang Olahraga Terjun Payung dan Terbang Layang sebagai cabang olahraga dirgantara yang banyak di pertandingkan.Selain itu kejuaraan Nasional juga selalu di selenggarakan oleh setiap cabang yang di jadikan sebagai kegiatan tahunan.Dalam forum internasional,layang gantung dan terjun payung adalah sebuah cabang yang paling sering aktif mengikuti berbagai kejuaraan yang ada di luar negeri.

Kepercayaan dunia terhadap organisasi FASI sudah terbukti dalam penyelenggaraan kejuaraan dunia yang sering di laksanakan di Indonesia seperti kejuaraan dunia Terjun Payung untuk bisa mendapatkan ketepatan mendarat di langsungkan di Senayan pada tahun 1991 dan sebuah kejuaraan dunia Terjun Payung yang bekerjasama dengan Kanopi yang diselenggarakan di Lido, Bogor pada tahun 1996.Kejuaraan Payuan ASEAN adalah kegiatan yang rutin di selenggarakan dan di ikuti oleh organisasi FASI.Dalam pelaksanaan kejuaraan ini,FASI satu – satunya organisasi yang telah beberapa kali bertindak sebagai tuan rumah yang berhasil di mata dunia.Selain itu, kejuaraan Internasional Layang Gantung yang berlangsung di Wonogiri dan kejuaraan para layang yang ada di Kota Garut,telah mampu menunjukkan bahwa posisi di Indonesia yang berlangsung di arena olahraga dirgantara dunia.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan