Nyuri Besi,Penjahat Kampungan Mendekam di Sel Polsek Sunggal

Nyuri Besi,Penjahat Kampungan Mendekam di Sel Polsek Sunggal

Generasi.co.id,Medan.
Ada ada aja penjahat kampungan ini karna perbuatannya mencuri besi, jadi harus merasakan dinginnya didalam sel penjara.

Penjahat kampungan ini Ricky Ramadhan alias Benget (32), warga Dusun II, Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang ini terpaksa harus merasakan dinginnya dibalik jeruji besi Mapolsek Medan Sunggal, Rabu (27/3/2019).

Pelaku tak bisa berkutik saat diciduk personil kepolisian Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal, sesuai dengan laporan korban, Kustito (41), security PT Wijaya Karya Beton, warga Dusun I, Desa Sedang Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat.

Informasi yang diperoleh, kejadian berawal pada saat korban, Kustito, security PT Wijaya Karya Beton yang terletak di Jalan Binjai Km16, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sungga, sedang melakukan patroli disekitar gudang PT Wijaya Karya Beton.

Saat sedang melakukan patroli, korban melihat 2 orang, sebab salah satunya korban kenal dengan pelaku Ricky Ramadhani.

Korban, Kustito, saat itu melihat kedua pelaku sedang memotong besi beton milik PT Wijaya Karya Beton. Melihat hal tersebut, korban pun mendekati kedua pelaku tersebut saat sedang memotong besi.

Merasa ketahuan, kedua pelaku pun langsung melarikan diri. Tak terima dengan kejadian tersebut, Kustito pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Medan Sunggal. Menerima informasi itu, personil Polsek Medan Sunggal pun melakukan penyelidikan.

Setelah dilakukan peyelidikan keberadaan pelaku, Tim Pegasus Polsek Medan Sunggal pun berhasil mengamankan pelaku.

” Pelaku Ricky Ramadhan mengakui telah melakukan pencurian sebanyak 2 kali di PT Wijaya Karya Beton,” kata Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi SH SIK melalui Kanit Reskrim, Iptu Syarif Ginting SH.

Dijelaskan Syarif Ginting, dari tangan pelaku pihaknya menyita barang bukti 2 buah tas sandang berwarna hitam dan coklat, 1 buah dompet warna coklat, 1 plat Nomor Polisi BK 2216 XB, 1 bilah pisau potong daging, 1 buah kunci pas 1 unit hp merk Smartfren warna hitam dan 28 batang besi ulir yang sudah dipotong.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun. Untuk rekan pelaku, sedang kita kejar,” pungkasnya.( Parsaoran Sitorus )

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan